Selamat Datang di Website MIN KABIR, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kamis, 13 November 2014
Sebagai sarana percepatan informasi dan trasparansi perkembangan dan pengelolaan Madrasah kepada stekholder sebagai sinegi kinerja yang utama memajukan Madrasah,
MIN Kabir mencoba menjalin kerja sama dengan TELKOMSEL melalui Jaringan Internet https://www.teman.telkomsel.com  dengan aplikasi broad cast untuk menyampaikan informasi sistem broad cast yang bertujuan untuk menyebarkan info perkembangan Madrasah setiap saat yang dinggap perlu.

Informasi yang disampaikan berupa SMS yang langsung masuk ke HP masing-masing stekholder yang sudah dibagi dari member comunity MSISDM menjadi beberapa group sesuai kebutuhan dan layanan iformasi masing-masing.
Meskipun belum ada sekolah yang menerapkan sistem ini, MIN kabir mencoba
Kamis, 30 Oktober 2014

(Minkabir.com) Shalat berjamah dhuhur merupakan pembiasaan rutin setiap hari MIN Kabir sejak tahun 2004 hingga kini. Sejalan perkembangan kebijakan murni substansial oleh sistem yang dibangun kepala MIN Kabir  tidak seiring dengan Perkembangan Finansial oleh subsidi/ bantuan Pemerintah. Sehingga fungsi-fungsi ganda ruang terjadi berbagai kegiatan siswa dan aktifitas lainnya. Misalnya ruang guru jadi Mushallah dan menyebar sampai ruang tata usaha bahkan sampai ruang tamu. Ruang UKS,Perpustakaan dan aula menjadi Kelas Belajar secara bergilir.





Selasa, 30 September 2014
MIN kabir dilematis terhadap konsekwensi resiko kemajuan.Ketika Animo Masyarakat semakin besar terhadap  Madrasah sebagai pilihan utama menyekolahkan anak-anak mereka. maka terjadi pemekaran kelas paralel yang konsekwensinya terjadi kekurangan ruang kelas.MIN Kabir Tahun Pelajaran 2014/2015 kekurangan 3 ruang kelas dan 4 orang guru.sementara anggaran DIPA semakin ramping.260 siswa dengan tenaga guru Negeri hanya 3 orang sebagai syarat Formal mutlak pengelola DIPA dengan dibantu tenaga GTT 8 orang.Menjadi tantangan besar tersendiri MIN Kabir untuk mempertahankan prestasinya sementara GTT dan PTT sebagai peran Utama dan kontribusi yang sangat besar  lalu kemudian tidak ada lagi ruang pembayaran honorer pada DIPA tahun 2015 dan tanpa sertifikasi.Upaya pengembangan fisik  non DIPA masih dapat kita lakukan dengan pemberdayaan komite Madrasah.dengan sumbangan dari berbagai pihak

.


Pengembangan dan perluasan Tanah dengan penembokan abrasi kolam rawa-rawa sepanjang 74 x 12 meter dengan kedalaman rata-ata 70 cm.memerlukan tanah uruk kira-kira 240 M3  dan dua tahun baru layak pakai untuk membangun.bagaimana menjawab tantangan untuk sementara.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Oleh KH MA Sahal Mahfudh
Berbicara tentang perkembangan madrasah tidak bisa lepas dari perkembangan Islam di Indonesia. Bermula dari keinginan para pemeluk Islam mempelajari dan mendalami lebih jauh tentang ajaran agamanya, muncul pendidikan agama yang secara sporadis dilaksanakan di rumah-rumah, langgar, masjid, lalu berkembang menjadi lembaga yang disebut pondok pesantren.

Pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Sejarah tidak mencatat secara persis kapan pesantren mulai ada. Namun sekurang-kurangnya bisa diketahui, pada awal abad ke-17 terdapat pesantren di Jawa yang didirikan oleh Sunan Malik Ibrahim di Gresik (tahun 1619).
Baru pada akhir abad ke-19, Belanda atas saran Snouck Hurgronje mulai memperkenalkan sistem pendidikan klasikal untuk memperluas pengaruh pemerintah kolonialnya dan menandingi pengaruh pesantren yang luar biasa. Pesantren selalu waspada terhadap politik etis Belanda.
Setelah menyadari perlunya perubahan atau penambahan sistem pendidikannya, maka baru pada awal abad ke-20, pesantren memperkenalkan sistem klasikal yang disebut madrasah. Sistem ini dilengkapi dengan pengetahuan umum -walaupun masih sangat terbatas- sebagai jawaban positif atas terjadinya perubahan-perubahan akibat politik etis kolonial.
Madrasah sudah mengajarkan pengetahuan umum sejak awal, sesuai dengan kebutuhan. Namun ia tetap merupakan pengembangan dari pesantren, menekankan pendidikan keagamaan Islam, terutama menyangkut disiplin akidah, syari’ah dan akhlak. Titik tekan ini masih mampu dipertahankan secara mencolok sampai akhir masa penjajahan Jepang.
Prestasi yang dapat dilihat adalah
Jumat, 29 Agustus 2014
Kegiatan Uji Kompetensi guru dibidang Tupoksi dan Tugas Tambahan serta Pengembangan Profesi dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berlangsung sejak tanggal 29 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2014 dengan TIM Penguji  Hadi Abd.Kammis,SH ,S1 UIN Bandung (Penguji TIK), Drs.Kadir Hasan (Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kab.Alor Penguji Tupoksi dan Tugas Tambahan) Muh.Tamrin,S.Pd.I Kep MIN Kabir (pendamping).Materi Uji mengacu pada Permendikbud nomor.64,65,66 tahun 2013.penggunaan Komputer sebagai media pembelajaran diantaranya mahir program excel,penggunaan Power Point,Oudio vidio,anyBizSoft.mahir penerapan E-Learning,pengaksesan internet dll.dari 9 pelamar sebagai calon GTT yang hadir 6 orang dan akan disaring sampai menjadi 2 orang yang diterima.


Sabtu, 09 Agustus 2014
www.focusa.co.id

Kamis, 17 Juli 2014
PENGUMUMAN
Assalamu Alaikum War... Wab....
MIN Kabir membuka Lowongan Tenaga Guru Honorer Tidak Tetap Laki-laki atau perempuan berijazah S1Jurusan PGSD/MI untuk tahun pelajaran 2014/2015.Bagi yang merasa terpanggil jiwa pengabdiannya silahkan kirim permohonan lamarannya bersama lampirannya berupa Fotocopy/scen ijazah terakhir,KTP Foto Pas berwarna ke alamat E-Mail minkabir@kemenag.go.id sejak tanggal dikeluarkannya pengumumam ini hingga tanggal 4 agustus 2014.Insya Allah tanggal 8 Agustus 2014 akan diseleksi untuk mendapatkan 2 orang guru terbaik dengan ujian kompetensi sebagai berikut:
  1.Kompetensi Bidang Tugas Pokok/Tambahan dan fungsi guru sesuai permendikbud no.65,66,67
      tahun 2013
  2.Kompetensi Pengembangan dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi sesuai dengan prinsip
     Pembelajaran kurikulum 2013(lampiran Permendikbud no.65 tahun 2013).
Istrumen Fakta Kemampuan yang akan diujikan dikirim ke alamat E-Mail masing-masing setelah surat lamaran telah terkirim ke alamat e-Mail MIN Kabir.

Wassalam
Selasa, 08 Juli 2014
MIN Kabir (Inmas) – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Alor, Drs. Muhammad Marhaban bersama Kepala seksi pendidikan Islam, Ruslin, M.Pd dan Pengawas Madrasah Kamaruddin, S.Ag menyerahkan Piagam Penghargaan kepada  9 orang perintis berdirinya  Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ta’lamulhuda Kabir  2014 di aula MIN Kabir kecamatan Pantar Kabupaten Alor, beberapa waktu yang lalu.
Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ta’lamulhuda Kabir  didirikan tahun 1968 silam yang
Sabtu, 05 Juli 2014
Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang menghargai para pendahulunya.Kepala Kementerian Agama Kabupaten Alor Drs.MUHAMMAD MARHABAN Menyerahkan piagam penghargaan kepada Para perintis MIN Kabir sebanya 9(sembilan) orang dengan paket Ramadhan berupa uang tunai sebesar Rp.250.000 perorang paket lainnya berupa rekomendasi anak cucu tokoh perintis yang masuk sebagai siswa MIN Kabir dispensasi bebas biaya/Beasiswa jatah 1 orang pertahun tiap orang perintis.Kepala Kementerian Agama Kabupaten Alor dalam pengarahannya menghimbau agar semangat juang perintis madrasah tetap dipertahankan agar Madrasah tumbuh dan berkembang sejalan dengan kebutuhan Masyarakat khususnya Ummat islam.Umat Islam harus berprinsip Islam Agamaku Mesjid tempat Ibadahku Madrasah tempat Belajarku.Di madrasah terdapat panca prestasi:
1.Prestasi Akhlak Muliayah
2.Prsetasi Ilmu Keagamaan
3.Prestasi sains dan teknologi
4.Prestasi bahasa dan budaya
5.Prestasi seni dan olah raga

dengan Motto dipilih karna madrasahnya dipercaya karena prestasinya
slogan madrasah lebih baik!!!! lebih baik madrasah....












Jumat, 27 Juni 2014


Rabu, 25 Juni 2014
Penerimaan Rapor dirangkaikan dengan pengumuman hasil ujian sekolah.MIN Kabir tetap eksis Lulus 100% pada peringkat ke 3 kelulusan  SD/MI se kecamatan Pantar dengan kualifikasi Nilai A.Dalam sambutannya cendrung kembali sistem Ujian Nasional kualitas nilai lebih terjamin dengan penerapan sistem Komputer atau scening LJK.Nilai kelulusan lebih valid terukur,realibilitas dan konfrehensip.kalau sistem manual lebih banyak campur tangan manusia berpotensi kebijakan,kecurangan dan penyelewengan sehingga tolak ukur SDM pada kualifikasi SD/MI khususnya,tidak dapat menjamin kredibilitas dengan valid.
Selasa, 24 Juni 2014