Selamat Datang di Website MIN KABIR, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Sabtu, 30 Agustus 2014
Oleh KH MA Sahal Mahfudh
Berbicara tentang perkembangan madrasah tidak bisa lepas dari perkembangan Islam di Indonesia. Bermula dari keinginan para pemeluk Islam mempelajari dan mendalami lebih jauh tentang ajaran agamanya, muncul pendidikan agama yang secara sporadis dilaksanakan di rumah-rumah, langgar, masjid, lalu berkembang menjadi lembaga yang disebut pondok pesantren.

Pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Sejarah tidak mencatat secara persis kapan pesantren mulai ada. Namun sekurang-kurangnya bisa diketahui, pada awal abad ke-17 terdapat pesantren di Jawa yang didirikan oleh Sunan Malik Ibrahim di Gresik (tahun 1619).
Baru pada akhir abad ke-19, Belanda atas saran Snouck Hurgronje mulai memperkenalkan sistem pendidikan klasikal untuk memperluas pengaruh pemerintah kolonialnya dan menandingi pengaruh pesantren yang luar biasa. Pesantren selalu waspada terhadap politik etis Belanda.
Setelah menyadari perlunya perubahan atau penambahan sistem pendidikannya, maka baru pada awal abad ke-20, pesantren memperkenalkan sistem klasikal yang disebut madrasah. Sistem ini dilengkapi dengan pengetahuan umum -walaupun masih sangat terbatas- sebagai jawaban positif atas terjadinya perubahan-perubahan akibat politik etis kolonial.
Madrasah sudah mengajarkan pengetahuan umum sejak awal, sesuai dengan kebutuhan. Namun ia tetap merupakan pengembangan dari pesantren, menekankan pendidikan keagamaan Islam, terutama menyangkut disiplin akidah, syari’ah dan akhlak. Titik tekan ini masih mampu dipertahankan secara mencolok sampai akhir masa penjajahan Jepang.
Prestasi yang dapat dilihat adalah
Jumat, 29 Agustus 2014
Kegiatan Uji Kompetensi guru dibidang Tupoksi dan Tugas Tambahan serta Pengembangan Profesi dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berlangsung sejak tanggal 29 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2014 dengan TIM Penguji  Hadi Abd.Kammis,SH ,S1 UIN Bandung (Penguji TIK), Drs.Kadir Hasan (Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kab.Alor Penguji Tupoksi dan Tugas Tambahan) Muh.Tamrin,S.Pd.I Kep MIN Kabir (pendamping).Materi Uji mengacu pada Permendikbud nomor.64,65,66 tahun 2013.penggunaan Komputer sebagai media pembelajaran diantaranya mahir program excel,penggunaan Power Point,Oudio vidio,anyBizSoft.mahir penerapan E-Learning,pengaksesan internet dll.dari 9 pelamar sebagai calon GTT yang hadir 6 orang dan akan disaring sampai menjadi 2 orang yang diterima.


Sabtu, 09 Agustus 2014
www.focusa.co.id