Selamat Datang di Website MIN KABIR, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Selasa, 20 Oktober 2015
Banyak orang menganggap bahwa penyakit itu hanya terkait dengan organ fisik, seperti penyakit perut, flu, batuk, kangker, darah tinggi, stroke, diabetes, dan sejenisnya. Padahal penyakit juga bisa menyerang aspek yang bersifat non fisik, yaitu penyakit hati, misalnya. Penyakit hati sebenarnya sangat membahayakan, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Ada bermacam-macam jenis penyaklit hati, di antaranya adalah sombong, kikir, iri hati, hasut, dengki, pemarah, permusuhan, memfitnah, terlalu mencintai harta atau tamak, dan lain-lain. Sebagaimana penyakit fisik, penyakit hati juga berkemung kinan menimpa siapa saja. Orang kaya, miskin, pejabat pemerintah, pengusaha, rakyat jelata, semuanya bisa terkena penyakit hati.

Orang yang hatinya sedang berpenyakit hasut misalnya, akan
sangat membahayakan terhadap orang lain. Orang yang hatinya hasut akan merasa sedih atau hatinya sakit tatkala melihat orang lain mendapatkan keberuntungan dan selanjutnya berusaha merusaknya. Penyakit itu tidak kelihatan oleh siapapun. Bahkan, orang yang bersangkutan sendiri saja juga tidak mengerti, bahwa sedang menderita penyakit hasut.

Penyakit hasut itu menjadi salah satu sumber pertikaian di tengah keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Keluarga yang di antara anggotanya berpenyakit hasut maka tidak berhenti dari konflik, adu domba, saling memfitnah, curiga dan mencurigai, dan seterusnya. Demikian pula, organisasi yang dipimpin oleh orang-orang yang berpenyaklit hasut, maka juga jangan berharap akan menjadi maju dan berkembang.

Pemimpin yang berpenyakit hasut maka tidak akan memberikan peluang kepada orang lain mendapatkan keuntungan melebihi yang didapatkan oleh dirinya sendiri. Orang hasut akan memonopoli segala hal yang menguntungkan. Sehari-hari pekerjaannya hanya menghadang orang lain agar tidak sama dengan dirinya dalam memperoleh keuntungan. Pemimpin seperti itu akan melahirkan suasana curiga mencurigai, kekhawatir, permusuhan, adu domba, dan lain-lain yang sudah barang tentu akan merusak organisasi.

Bahaya yang lebih besar lagi dari penyakit hasut adalah tatkala sifat itu dimiliki oleh para pemimpin organisasi lebih besar, negara misalnya. Sangat mungkin peperangan antar negara dimulai dari sifat hasut para pemimpinnya. Qobil dibunuh oleh Habil oleh karena sifat hasut. Demikian pula para pemimpin orang-orang jahiliyah Quraisy memusuhi Muhammad, bukan oleh karena utusan Allah itu tidak bisa dipercaya dan berbuat salah, tetapi oleh karena rasa hasut mereka itu.

Orang yang sedang berpenyaklt hasut adalah sangat berbahaya. Penyakit itu tidak dirasakan atau apalagi diketahui, dan bahkan oleh dirinya sendiri. Orang yang sebenarnya membahayakan terhadap dirinya sendiri dan juga terhadap orang lain itu tidak menyadari bahwa dirinya sedang sakit. Oleh karena itu, mereka juga tidak pernah mencari obatnya. Bahkan, justru orang lain yang dituduh sakit.

Itulah sebabnya, orang yang beragama Islam, agar sehat jasmani dan rohaninya, maka dianjurkan untuk shalat. Disebutkan bahwa shalat itu adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar, termasuk hasut itu. Di dalam shalat setiap orang diwajibkan membaca surat al-Fatehah, yang didalamnya terdapat permohonan untuk mendapatkan hidayah atau petunjuk pada jalan yang lurus dan benar. Melalui shalat dan juga selalu mengingat Allah, maka penyakit hati yang sedemikian besar bahayanya itu akan hilang. Wallahu a'lam.

Penulis Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Sumber : http://uin-malang.ac.id/r/151001/bahaya-penyakit-hati.html